2 Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Sesuai namanya, JIExpo memang diperuntukan untuk pengadaan expo atau bazar. Event konferensi dan seminar biasanya menggunakan hall yang tersedia di dalam gedung. JIExpo memiliki 5 balai dengan kapasitas 5.000 hingga 12.000 tempat duduk yaitu Hall A, B, C, D, dan E. Stasiunjuga salah satu tempat yang cukup populer untuk dijadikan latar film. Stasiun sering dijadikan scene-scene bertema perpisahan. Nah, stasiun tugu merupakan stasiun yang paling nyaman dibanding yang lainnya. 5. Jalan Mangkubumi/Tugu Jogja. Di Jalan Mangkubumi terdapat simbol kota Jogja, Tugu Jogja. 4Destinasi yang Sering Dipakai Syuting Drama Korea, Ada Pantai Joomoonjin Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan Kemenparekraf Rizki Handayani mengatakan, ICTM ini akan diselenggarakan di lima kota besar di Indonesia. Di antaranya Jakarta, Bogor, Bali, Yogyakarta, dan Malang. Biasanyadataran tinggi ini seringkali dijadikan sebagai tempat untuk pembangunan villa villa yang digunakan sebagai tempat peristirahatan karena pemandangan yang indah serta udara yang memang sejuk. Selain itu dataran tinggi ini juga sering dijadikan sebagai perkebunan ataupun objek wisata dengan pemandangan yang menakjubkan. 2. Dataran Rendah . Jakarta - Momen libur di akhir tahun sudah di depan mata. Diprediksi, sejumlah kota besar di Indonesia akan kembali jadi itu terungkap dalam 'Survei Perilaku Traveling Akhir Tahun 2020 dari Pegipegi' yang pengambilan datanya dilaksanakan pada 9 - 16 November 2020 dengan lebih dari responden yang tersebar di seluruh detikTravel dari siaran persnya, Selasa 1/12/2020, sejumlah kota besar di Indonesia disebut jadi pilihan favorit traveler domestik. "Jakarta, Medan, Makassar, Surabaya, dan Bali menjadi 5 rute terfavorit pada periode long weekend Oktober lalu," bunyi pada fakta saat liburan long weekend lalu, Pegipegi menyebut kalau akan terjadi tren pengulangan. Hanya saja, kota yang lebih dekat dari Jakarta akan lebih jadi pilihan."Pada periode libur akhir tahun nanti, Pegipegi memprediksi bahwa destinasi wisata domestik di kota-kota besar seperti Yogyakarta, Bandung, dan Bali akan diminati oleh masyarakat Indonesia," bunyi kegiatan liburan traveler di akhir tahun, tak sedikit yang memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk menjangkau destinasi pilihannya."Bagi masyarakat yang berencana untuk traveling pada periode akhir tahun, sebanyak 45% memilih untuk bepergian keluar kota menggunakan mobil atau kendaraan pribadi lainnya," tutup siaran oleh bepergian ke luar kota menggunakan pesawat terbang 30%, staycation di hotel dalam kota 11%, ke luar kota menggunakan kereta 10%, dan ke luar kota menggunakan bus atau travel 4%.Berdasarkan data tersebut, dapat diprediksi bahwa destinasi yang dekat dengan kota domisili akan menjadi favorit pada liburan akhir tahun nanti. Simak Video "Cara Adipati Dolken Habiskan Waktu Akhir Tahun Bersama Keluarga" [GambasVideo 20detik] rdy/ddn Mengikuti konferensi internasional bisa jadi merupakan sebuah pengalaman yang berkesan. Selain karena kita dapat membangun jejaring di sektor akademik, hasil dari konferensi juga dapat menjadi portofolio bagi kita. Kali ini, Arnaldi Nasrum, seorang alumnus dari University of Groningen akan membagikan tips seputar mengikuti konferensi internasional berdasarkan pengalamannya di Madrid dan Seoul. “After careful consideration, we are pleased to inform you that your application for the 6th Korea University Graduate Student Conference KUGSC has been accepted.” Ini adalah kutipan dari surel yang saya terima dari Korea University di awal tahun 2018. Abstrak karya tulis yang saya kirimkan beberapa minggu sebelumnya telah diterima. Undangan pun dikirimkan beserta dokumen pendukung lainnya untuk pengurusan visa. Saya diberi kesempatan untuk mempresentasikan paper dalam konferensi tahunan Pusat Studi Sejarah Korea University dengan tema “Membangun Perspektif Studi Asia dan Sejarah Korea.” Berpose bersama peserta 6th Korea University Graduate Student Conference Di tahun yang sama, saya juga mengikuti International Conference on ASEAN Studies ICOAS yang diselenggarakan di Madrid oleh Universidad Autonoma de Madrid bersama Persatuan Pelajar Indonesia di Spanyol. Setiap tahunnya, ada begitu banyak konferensi internasional yang diadakan oleh berbagai institusi. Isunya pun beragam dan meliputi hampir seluruh bidang keilmuan. Peserta konferensi juga tidak terbatas hanya dari kalangan mahasiswa dan para akademisi yang mewakili institusi pendidikan saja, tetapi para profesional yang menekuni bidang terkait dengan tema konferensi juga dapat turut serta. Konferensi internasional memang menarik diikuti untuk mendapatkan perspektif baru dalam bidang keilmuan yang digeluti dan memperluas jaringan komunitas profesional. Yang tak kalah menarik adalah kesempatan untuk mendapatkan publikasi karya ilmiah yang akan menunjang karir ke depannya. Selain itu, para pakar sering kali menjadi pembicara kunci atau bahkan mengambil peran sebagai panelis dalam konferensi yang diselenggarakan. Di masa pandemi ini, kegiatan konferensi internasional terus berjalan meski pelaksanaannya mengalami penyesuaian. Konferensi kini dilakukan secara daring. Meski begitu, sejumlah negara tengah bersiap-siap untuk kembali melaksanakan konferensi secara tatap muka langsung dengan protokol kesehatan yang berlaku. Baik luring maupun daring, apa saja tahapan yang harus diperhatikan ketika hendak mengikuti konferensi internasional? Memilih Tema yang Sesuai Salah satu alasan saya mengikuti KUGSC dan ICOAS adalah kesesuaian temanya dengan bidang keilmuan yang saya tekuni yakni East Asian Studies. Tema konferensi akan menentukan sejauh mana kita dapat berkontribusi dalam konferensi tersebut. Reviewer atau pengulas akan melihat masalah apa yang ingin diselesaikan dan sejauh mana karya tulis yang kita buat sesuai untuk konferensi tersebut dan dapat menjadi alternatif baru untuk penelitian di masa depan. Dengan banyaknya pilihan konferensi yang ada, penting untuk memilih konferensi dengan tema yang spesifik. Mempresentasikan hasil penelitian di International Conference on ASEAN Studies Tentukan Event yang Tepat Salah satu cara untuk mendapatkan informasi mengenai konferensi internasional adalah dengan mendaftar ke laman pencari konferensi dan secara berkala mereka akan mengirimkan informasi soal konferensi pada surel yang didaftarkan. Berbeda dengan hal tersebut, saya mendapatkan informasi konferensi dari Halaman Facebook Panitia penyelenggara Korea University Korean History Graduate Student Conference. Sementara informasi ICOAS saya dapatkan dari laman resmi konferensinya. Yang perlu diperhatikan adalah memastikan lembaga penyelanggara konferensi berasal dari institusi yang kredibel dan memiliki reputasi internasional. Jika ragu dan agar menghindari penipuan, maka penting untuk mengecek laman resmi dan institusi yang berafiliasi dengan lembaga penyelenggara tersebut. Pengumpulan Abstrak Abstrak adalah ringkasan dari paper yang dibuat. Isinya padat dan lugas. Jumlahnya berkisar 150-250 kata. Selanjutnya, abstrak inilah yang nantinya akan dinilai oleh reviewer. Hasilnya, abstrak kita bisa ditolak, diterima dengan syarat, atau diterima tanpa ada perubahan. Jika diterima dengan syarat, maka kita perlu melakukan revisi sesuai dengan yang disarankan oleh tim reviewer. Abstrak yang saya tulis merangkum tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan karya tulis. Letter of Acceptence Setelah abstrak kita dinyatakan diterima, maka pihak penyelenggara akan mengirimkan Letter of Acceptence LoA yang berisi pernyataan resmi dan sekaligus undangan untuk menghadiri konferensi tersebut. Di dalamnya akan tercantum nama dan judul paper yang kita tulis. LoA inilah yang kemudian saya gunakan sebagai dokumen pendukung untuk pengurusan visa dan juga pengajuan bantuan pendanaan. LoA ini biasanya dikirimkan bersama paket informasi yang terdiri dari panduan penulisan full paper, agenda acara konferensi, mekanisme presentasi, hingga persoalan akomodasi. Jangan Lewatkan Full Paper Setelah mengantongi LoA, langkah selanjutnya adalah menyelesaikan full paper. Umumnya, pihak penyelenggara meminta mengumpulkan paper tersebut dua minggu hingga sebulan sebelum konferensi diselenggarakan. Tidak mengumpulkan full paper ini dapat membatalkan status kepesertaan kita sebagai presenter. Saya sendiri memiliki waktu sekitar dua bulan untuk menyelesaikan full paper sejak dikirimkan LoA. Full paper umumnya ditulis dengan kisaran kata. Dalam pembuatan paper, ide adalah bagian yang terpenting. Jika gagasan yang ditawarkan belum pernah dibahas sebelumnya dan dapat memberikan sudut pandang baru dalam permasalahan yang diangkat, maka paper kita akan mendapatkan review yang baik dan berpotensi mendapat predikat Best Paper dalam konferensi tersebut. Presentasi adalah Kunci Saat pelaksanaan konferensi, kita akan diberikan kesempatan untuk mempresentasikan paper yang telah dibuat. Waktu yang diberikan biasanya berkisar 10-20 menit. Di akhir, akan ada sesi tanya jawab untuk peserta konferensi dan dilanjutkan dengan review dari tim panelis jika ada. Konferensi yang diadakan Korea University menghadirkan tim panelis yang berasal dari School of Oriental and African Studies SOAS University of London, University of California Davis, University of California Berkeley, dan University of Toronto. Tim panelis yang terdiri dari para pakar ini memberikan sejumlah pertanyaan dan masukan untuk pengembangan paper selanjutnya. Dalam pelaksanaan presentasi, pihak penyelenggara mewajibkan peserta untuk menggunakan Bahasa Inggris atau Bahasa Korea. Menguasai materi paper adalah hal yang wajib dilakukan agar kita dapat menyampaikan ide dan berdiskusi dengan peserta lain dengan baik. Salah satu peserta sedang melakukan presentasi paper-nya Publikasi Artikel Pihak penyelenggara konferensi umumnya akan membuat proceeding atau buku kumpulan paper yang telah ditulis oleh peserta konferensi tersebut. Ketika proceeding ini dibuat, pihak penyelenggara biasanya tidak akan meminta peserta untuk memperbaiki tulisannya. Begitupun dengan KUGSC dan ICOAS, panitia telah membukukan seluruh karya tulis yang diterima ke dalam proceeding sehingga memudahkan untuk melihat karya tulis peserta lainnya. Kumpulan paper dari para peserta 6th Annual Korea University Graduate Student Conference Lain halnya jika peserta menginginkan hasil karya kitadipublikasikan ke dalam jurnal terindeks yang dikeluarkan oleh institusi pihak penyelenggara meskipun tidak semuanya menyediakan. Prosesnya bisa memakan waktu 4 bulan hingga setahun sebab karya tulis tersebut akan melalui beberapa tahapan seperti peer review atau penelaahan sejawat oleh para akademisi dan proses revisi. Dukungan Pendanaan Salah satu pertimbangan saat mengikuti konferensi adalah pendanaan. Perlu memikirkan biaya apa saja yang akan dikeluarkan dimulai dari pengurusan visa, biaya transportasi hingga akomodasi di tempat pelaksanaan konferensi tersebut. Di sejumlah konferensi, peserta juga diwajibkan untuk membayar biaya pendaftaran. Namun, KUGSC termasuk konferensi tahunan yang membebaskan biaya tersebut. KUGSC bahkan menyediakan akomodasi hotel secara cuma-cuma kepada peserta selama pelaksanaan konferensi. Beda halnya dengan KUGSC, ICOAS mensyaratkan biaya pendaftaran dan tidak menyediakan akomodasi penginapan. Untuk membantu mengurangi biaya yang harus dikeluarkan, calon peserta dapat mengajukan bantuan dana kepada institusi yang diwakili seperti kampus ataupun tempat bekerja. Waspada Konferensi Predator Dengan banyaknya informasi mengenai penyelenggaraan konferensi internasional yang beredar, kita perlu waspada terhadap konferensi palsu atau yang sering disebut predatory conference. Konferensi semacam ini hanya mengincar keuntungan semata dari pendaftarnya. Salah satu modusnya adalah secara tiba-tiba membatalkan konferensi yang sudah diagendakan dan tidak mengembalikan biaya pendaftaran yang sudah dibayar. Berikut beberapa pertanyaan untuk dipertimbangkan agar terhindar dari konferensi predator. Apakah konferensi ini diselenggarakan oleh lembaga yang kredibel? Ini bisa terlihat dari laman resmi dan event yang pernah dilaksanakan. Apakah topik konferensi cukup fokus dan relevan dengan bidang riset? Apakah informasi yang tertera di laman menggunakan bahasa yang benar dan tidak banyak kesalahan penulisan? Apakah ada laporan mengenai konferensi sebelumnya? Apakah memiliki kontak yang jelas dan dapat dihubungi untuk mendapatkan informasi yang lengkap? Apakah media komunikasinya beragam? Apakah konferensi ditulis pada media yag dapat dipercaya? Apakah konferensi ini memiliki pembicara utama atau tim panelis? Manfaat Mengikuti Konferensi Mengikuti konferensi akan memberikan kesempatan untuk bertemu dengan komunitas akademisi dan mendapatkan sudut pandang baru dari isu-isu yang didiskusikan selama konferensi berlangsung. Selain itu, para peserta juga sering kali saling memberi undangan untuk kegiatan konferensi selanjutnya yang diadakan oleh institusi yang mereka wakili. Lebih dari itu, konferensi internasional juga akan memberikan kesempatan untuk mempelajari budaya lokal tempat penyelenggara konferensi. Salah satu agenda yang menarik dari KUGSC dan ICOAS adalah kegiatan makan bersama yang disertai dengan pengenalan budaya setempat melalui penganan khasnya. Konferensi internasional juga akan meningkatkan kemampuan public speaking dan kepercayaan diri saat bersama orang-orang yang berasal dari negara atau daerah yang berbeda. Salah satu agenda KUGSC adalah melakukan city tour untuk melihat tempat-tempat bersejarah seperti Istana Changdeok yang berada di pusat kota Seoul Plaza de Oriente adalah salah satu spot yang ramai dikunjungi oleh peserta ICOAS setelah konferensi selesai dilaksanakan. Nah dengan banyaknya kesempatan untuk ikut dalam konferensi, apakah Anda tertarik untuk mencobanya? *All photos are provided by the author – Kementerian Kesehatan Kemenkes merilis laporan traffic penggunaan aplikasi PeduliLindungi di seluruh fasilitas publik di Indonesia. Mulai dari mall, restoran, hotel, tempat wisata, dan rekresi sejak 23 Januari-6 Februari 2022. Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, laporan traffic itu disusun berdasarkan pemantauan aktivitas PeduliLindungi di seluruh fasilitas publik di seluruh wilayah di Indonesia."Laporan ini berdasarkan data monitoring yang dihimpun Kemenkes dari aktivitas penggunaan aplikasi PeduliLindungi di mal, hotel, restoran dan tempat wisata," kata Nadia, dilansir dari Jumat 11/2/2022. Berdasarkan laporan tersebut, tercatat 10 tempat wisata dan rekreasi di Indonesia yang populer dan paling banyak didatangi wisatawan dalam skala nasional. Dua dari 10 tempat wisata dan rekreasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan tersebut berada di DKI Jakarta, yakni Taman Impian Jaya Ancol dan Taman Margasatwa juga 54 Obyek Wisata di Jogja Mulai Dibuka Terbatas, Berikut Ini Daftarnya 10 tempat wisata paling banyak dikunjungi versi PeduliLindungi Berikut 10 tempat wisata dan rekreasi ramai pengunjung menurut Kemenkes Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan Taman Wisata Candi Prambanan, Yogyakarta Jawa Timur Park 3, Batu GWK Kultural Park, Bandung Lawang Sewu, Semarang Taman Safari Indonesia, Bogor Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang Danau BSB, Semarang Jatim Park 2, Batu Baca juga 10 Mal di Jakarta yang Paling Banyak Dikunjungi Menurut PeduliLindungi Taman Impian Jaya Ancol dan Ragunan terbanyak dikunjungi Taman Impian Jaya Ancol tercatat ramai pengunjung. Bahkan Taman Impian Jaya Ancol yang terletak di Jakarta Utara ini, menempati peringkat pertama sebagai tempat wisata dan rekreasi dengan pengunjung terbanyak berdasarkan laporan traffic Kemenkes. Sebanyak wisatawan tercatat mengunjungi tempat wisata tersebut. Taman Impian Jaya Ancol sering menjadi tempat wisata dan rekreasi andalan bagi wisatawan lokal. Pasalnya, letak Taman Impian Jaya Ancol cukup strategis dan menyuguhkan keindahan pantai. DEPOK - Kota-kota di Indonesia diharapkan menjadi wilayah perkotaan yang berkelanjutan sustainable city. Kota yang berkelanjutan diyakini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat dari segala aspek, baik dari sisi kenyamanan kota, pemenuhan kebutuhan masyarakat, hingga peningkatan kualitas hidup, dengan sebuah konsep kota yang dikembangkan menuju kesejahteraan rangka mewujudkan hal itu, para peneliti Universitas Indonesia UI yang tergabung dalam Center for Sustainable Infratsucture Development CSID Fakultas Tehnik UI bekerja sama dengan Asean University Network AUN menyelenggarakan Konferensi Internasional pertama bidang infrastruktur dengan tema CSID-SCUD International Conference on Sustainable Infrastructure and Urban Development CAIC-SUD ini merupakan wadah para peneliti dari AUN yang terdiri atas 30 universitas ASEAN. Mereka berkumpul membahas mengenai pembangunan berkelanjutan. Dalam kesempatan tersebut juga ikut dilibatkan unsur pemerintah dan industri sehingga dapat menghasilkan ide inovatif dan strategis dalam mengatasi persoalan infrastruktur dan pengembangan wilayah.“Konferensi ini menjadi medium pertukaran best practice dimana seluruh akademisi di ASEAN bersama dengan akademisi dari Inggris, Arab, Jerman, China diharapkan dapat menghasilkan terobosan baru untuk menciptakan kota yang berkelanjutan, baik utk level Indonesia maupun ASEAN. Dengan kerja sama ini kita berharap ASEAN menjadi sebuah kekuatan ekonomi besar di dunia selain dari Eropa, Amerika maupun Cina,” kata Direktur CSID dan ketua AUN-SCUD, Mohammed Ali Berawi, Selasa 13/11/2018.Menurutnya, Indonesia mempunyai kesempatan untuk memainkan peranan terpenting sebagai negara terbesar di ASEAN dengan kemampuan dan kekuatan ekonomi yang signifikan. Diharapkan dengan kesamaan visi misi dan agenda kerja para peneliti disini maka akan bisa mewujudkan kesejahteraan masyarakat baik di Indonesia maupun di tingkat ASEAN.“Karena dengan kerjasama ini memungkinkan untuk dihasilkan pengembangan kerjasama dalam kerangka pembangunan berkelanjutan bagi negara-negara ASEAN. Kami berdiskusi membahas pembangunan infrastruktur, pengembangan wilayah, smart city hingga pembahasan pemberdayaan masyarakat dan peningkatan ekonomi yang berkelanjutan,” UI itu berpendapat bahwa antara infrastruktur,ekonomi dan sosial kota merupakan satu kesatuan. Sehingga untuk membangun infrastruktur dan pengembangan wilayah yang berkelanjutan berarti menciptakan pertumbuhan ekonomi yang infrastruktur yang baik disertai dengan pengembangan wilayah dan industri dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Jadi fungsi dasarnya adalah bagaimana kita membangun sebuah infrastruktur yang berkelanjutan untuk bisa meningkatkan taraf hidup ekonomi maupun meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ungkap dengan masifnya pembangunan infrastruktur transportasi kata dia, hasil dari pembangunan yang dilakukan saat ini akan langsung dirasakan manfaatnya setelah pembangunan selesai. Diyakini pembangunan infrastruktur transportasi yang dilakukan sekarang bisa mengurangi kemacetan dan polusi yang dampaknya bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat karena kualitas udara maupun tingkat stress warga di jalan pun berkurang.“Berkelanjutan ini konsepnya environmental friendly karena public transport menggunakan kereta lebih kurang polusi CO2-nya sehingga lebih ramah lingkungan dan kemudian masif untuk kepentingan publik. Oleh karenanya konferensi ini juga mempertemukan parapihak yang berkepentingan termasuk pemerintah, akademisi, praktisi di lingkungan wilayah ASEAN. Diharapkan kita punya kesamaan langkah, kesamaan visi misi untuk membangun ASEAN lebih baik ke depan sebagai salah satu pusat kekuatan dunia,” yang sama, Deputi Riset, Edukasi, dan Pengembangan Badan Ekonomi Kreatif Bekraf Boy Berawi menambahkan ekonomi kreatif bisa menjadi salah satu sektor alternatif untuk mencapai tujuan tujuan pembangunan berkelanjutan. Karena ekonomi kreatif memiliki komposisi yang pas dengan apa yang menjadi tujuan dari pembangunan berkelanjutan.“Misalnya ada 8,2 juta usaha ekonomi kreatif di Indonesia dimana 98 % UMKM. Ekonomi Kreatif didominasi oleh perempuan 55,74% dan bisa mendorong kesetaraan gender. Ekonomi kreatif juga mempekerjakan generasi muda 60 % ada di usia produktif 15-35 tahun. Berarti ekonomi kreatif bisa menjadi salah satu sektor alternatif untuk mencapai sustainable development,” terang pun memberi masukan dalam konferensi ini mengenai tiga hal. Yaitu kolaborasi, intervensi dan kebijakan. Dalam hal kolaborasi, pihaknya sudah kerjasama dengan stakeholder dai dalam dan luar negeri. Misalnya dengan tujuh universitas di Indonesia untuk mendirikan research centre of excellent yang tugasnya untuk melakukan riset dan development dan menjadi inkubasi hub di area ekonomi itu juga dilakukan intervensi pemerintah di sepanjang rantai nilai ekonomi kreatif. Misalnya pembangunan HRD dari sisi pembangunan SDM, financial sampai distribusi pemasaran. Ketiga adalah policy kebijakan agar ekosistem bisnis usaha ekonomi kreatif semakin kondusif untuk berusaha. “Di bidang ekonomi kreatif kita bicara ekosistem. Pemerintah harus menyediakan ekosistem supaya pelaku bisnis ini bisa menciptakan ide dan pemasaran produk yg semakin luas. Hak kekayaan intelektual juga harus dapat diproteksi. Hak kekayaan intelektual nanti bisa dikomersialisasi,” tutupnya.akr

kota di indonesia yang sering dijadikan tempat konferensi internasional